{"id":2088,"date":"2025-10-02T02:51:48","date_gmt":"2025-10-02T02:51:48","guid":{"rendered":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/?p=2088"},"modified":"2025-10-02T02:53:06","modified_gmt":"2025-10-02T02:53:06","slug":"menag-minta-aicis-2025-lahirkan-teologi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/menag-minta-aicis-2025-lahirkan-teologi-baru\/","title":{"rendered":"Menag Minta AICIS 2025 Lahirkan Teologi Baru"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2088\" class=\"elementor elementor-2088\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div data-particle_enable=\"false\" data-particle-mobile-disabled=\"false\" class=\"elementor-element elementor-element-2e853e92 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"2e853e92\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div data-particle_enable=\"false\" data-particle-mobile-disabled=\"false\" class=\"elementor-element elementor-element-35ec2108 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"35ec2108\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-121a418e elementor-widget elementor-widget-theme-post-title elementor-page-title elementor-widget-heading\" data-id=\"121a418e\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"theme-post-title.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h1 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Menag Minta AICIS 2025 Lahirkan Teologi Baru<\/h1>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0cd0ed7 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"0cd0ed7\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Contributor: Rep: Muhyiddin\/ Red: <a href=\"https:\/\/republika.co.id\/page\/penulis\/483\/asyalaby-ichsan\">A.Syalaby Ichsan <\/a>&#8211; Republika<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-48149669 elementor-widget elementor-widget-theme-post-featured-image elementor-widget-image\" data-id=\"48149669\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"theme-post-featured-image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"2048\" height=\"1365\" src=\"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/2ME05552.jpg\" class=\"attachment-full size-full wp-image-1774\" alt=\"\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5b39330 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"5b39330\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-76a2eb38 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"76a2eb38\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\"><div class=\"elementor-widget-container\"><div class=\"elementor-element elementor-element-76a2eb38 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"76a2eb38\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\"><div class=\"elementor-widget-container\"><p>REPUBLIKA.CO.ID,\u00a0JAKARTA\u00a0\u2014\u00a0Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar membuka acara &#8220;Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025&#8221; di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (9\/7\/2025).<\/p><div><div id=\"div-gpt-ad-1754473276648-0\" data-google-query-id=\"CL_Kk_PAhJADFUJznQkdz9oXig\"><p>Dia meminta kepada peserta konferensi internasional tahunan ini melahirkan teologi baru untuk masa depan umat manusia.\u00a0&#8220;Saya mohon betul kepada<a href=\"https:\/\/republika.co.id\/tag\/aicis\">\u00a0AICIS\u00a0<\/a>ini Mari kita menciptakan satu teologi baru untuk masa depan,<em>we need the new teology for the future of humankind<\/em>,&#8221; ujar Nasaruddin dalam sambutannya.\u00a0<\/p><p>Dia mengatakan, Timur Tengah sudah menyelesaikan tugasnya dalam melahirkan Islam. Ke depan, ujar dia, Indonesia memiliki tugas untuk melahirkan kesejukan berteologi.\u00a0\u00a0&#8220;Saya tidak melihat negara lain yang bisa melakukan ini selain Indonesia. Pak Dirjen, tolong difasilitasi bagaimana melakukan sesuatu yang besar,&#8221; ucap Nasaruddin.\u00a0<\/p><p>Nasaruddin mengaku sudah berkeliling ke berbagai negara dan melihat potensi untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam berteologi. Namun, menurut dia, belum ada negara yang bisa melakukannya.<\/p><p>&#8220;Saya sudah keliling Amerika tidak bisa diharap untuk menciptakan suatu kesejukan berteologi. Timur Tengah pun juga tidak bisa. Tempat yang paling bagus adalah di Indonesia,&#8221; kata Nasaruddin.\u00a0\u201cSetelah Timur Tengah, Indonesia adalah tempat lahirnya<a href=\"https:\/\/republika.co.id\/tag\/peradaban-islam\">\u00a0peradaban Islam\u00a0<\/a>baru,&#8221; jelas dia.\u00a0<\/p><p>Pernyataan tersebut tidak hanya menjadi deklarasi kebanggaan, tetapi juga penegasan arah baru diplomasi intelektual Indonesia di tingkat global. Salah satu wujud konkretnya adalah transformasi AICIS menjadi AICIS+, konferensi Islam tahunan yang kini tampil dengan wajah baru yang lebih global, inklusif, dan multidisipliner.<\/p><p>Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menjelaskan, ekoteologi baru yang disampaikan Menteri Agama dalam acara ini sebenarnya sebuah kajian agar merawat alam berbasis pendekatan keagamaan. Karena, menurut dia, sulit melakukan pendekatan kajian dengan bahasa pemerintah.<\/p><p>&#8220;<em>Nah<\/em>, teologi diharapkan bisa digunakan sebagai pendekatan baru, agar kemudian bisa berkontribusi bagi persoalan-persoalan dunia yang sekarang sedang bermasalah,&#8221; kata Suyitno.<\/p><p>AICIS+ 2025 akan digelar pada 29\u201331 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, dengan mengangkat tema \u201cIslam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan.\u201d<\/p><p>AICIS, yang telah berjalan selama 23 tahun, kini mengalami reposisi besar. Simbol \u201c+\u201d bukan hanya tambahan, melainkan tanda bahwa Indonesia mendorong Islam untuk hadir dalam percakapan global lintas ilmu, termasuk isu perubahan iklim, sains, teknologi, ekonomi berkelanjutan, hingga perdamaian dunia.<\/p><p>AICIS+ hadir sebagai respons terhadap dua krisis terbesar dunia saat ini, yaitu krisis dehumanisasi dan krisis ekologis. Sejalan dengan semangat Deklarasi Istiqlal 2024, konferensi ini mengedepankan nilai-nilai spiritualitas Islam seperti kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian terhadap seluruh kehidupan.<\/p><p>\u201cKita tidak ingin Islam hanya bicara ke dalam. Lewat AICIS+, Islam Indonesia akan bicara ke dunia, dengan bahasa kemanusiaan dan peradaban,\u201d kata Nasaruddin.<\/p><p>Indonesia, melalui AICIS+, menawarkan model\u00a0<em>Islam rahmatan lil &#8216;alamin<\/em>\u00a0yang solutif dan kontributif, serta membuka jalan bagi Asia Tenggara untuk tampil sebagai aktor utama dalam peradaban Islam modern.<\/p><div class=\"wrapper-media\"><blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DL4MSxMyXXu\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\"><div>\u00a0<\/div><\/blockquote><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Contributor: Rep: Muhyiddin\/ Red: A.Syalaby Ichsan &#8211; Republika REPUBLIKA.CO.ID,\u00a0JAKARTA\u00a0\u2014\u00a0Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar membuka acara &#8220;Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025&#8221; di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (9\/7\/2025). Dia meminta kepada peserta konferensi internasional tahunan ini melahirkan teologi baru untuk masa depan umat manusia.\u00a0&#8220;Saya mohon betul kepada\u00a0AICIS\u00a0ini [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_header_footer","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-2088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-coverage"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2088"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aicis.uiii.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}